Uborampe SANGKAN PARANING DUMADI
Catatan harian, hasil renungan ” NGELANTUR dan MBLARAH ” sekaligus penumpahan segala uneg-uneg dari RELUNG kedalaman SAMUDERA BATIN anak BAU KENCUR. Sugeng midangetaken kalian Nyruput ” JAMU BERAS KENCUR ” masih khas asli racikan Arek Malang.

Jun
15

Poro Sanak Kadangku sedoyo ingkang Minulyo ( Saudara-saudaraku semua yang diberkati Gusti Allah )

Dalam beberapa hari ini, minggu ini, bulan ini atau entah sampai kapan. Saya mungkin harus HENGKANG dari dunia MAYA ini. Entah apakah nanti saya akan kembali hadir meramaikan dunia MAYA ini atau tidak, embuh…wis aku ora weruh…Ada perjalanan yang harus saya kerjakan dan selesaikan untuk memenuhi KAREPING ROSO. Bukan karena JENUH ataupun MALES NGEBLOG lageh, bukan…bukan karena itu masalahnya. Tapi ada sesuatu yang memang membuat saya harus memenuhi KAREPING ROSO yang begitu kuatnya menarikku hingga saya tak mampu lagi untuk membendung dan menghentikan apalagi sekedar hanya untuk melawannya. Oleh karenanya, menyadari akan keadaan saya yang penuh ALPA dan LALAI ini, saya hanya mohon Poro Sanak Kadang mau memberikan KEKUATAN dan KELAPANGAN hati untuk MEMAAFKAN DIRI ini jika selama ini ada sikap, tutur kata atau tindak tanduk manusia lemah dan bodhoh serta DZALIM ini yang pernah “ KURANG AJAR “ dan tidak berkenan di Hati saudara-saudaraku semuanya yang sangat saya cintai.

Jujur…begitu berat walau sementara mungkin seh…. untuk tidak MENYAPA kembali saudara-saudaraku yag SEJATI di dunia MAYA ini. Walau kenyataannya kita belum pernah bertatap muka sekalipun, namun rasanya TAUTAN HATI yang terjalin diantara kita begitu melekat kuat TERPATRI INDAH bagai hamparan PELANGI dalam sang PRIBADI-ku. Biarlah semua ini terukir dan tertoreh di dalam “ GESANG KITO PRIBADI kang YEKTI “ diantara kita.

Sebagai RENUNGAN mari kita simak wewaler di bawah ini yang masih berkaitan dengan Teka-teki “ TAPAK KUNTUL NGELAYANG ( mabur ). Namun mohon maaf jika ini tersajikan asli dalam bahasa Jawa. Kalau ada saudara-saudaraku yang mau menjabarkan dalam bahasa Indonesia monggo dipersilahkan. Wewaler ini saya nukilkan dari wejangan “ Guru PAMEJANG “ Ki S. Suryosanjoyo dalam “ KAWERUH MONCO WARNO “ dari Kebon Agung – Malang – Jawa Timur.

Tapake Kuntul Nglayang ( mabur ) : Iku ateges, Ora nganggo labuh, tanpo tilas, nyatane metu soko KAHANANE.

Kombang nganjap ing tawang : Iku ateges, Gesang kito pribadi kang durung oleh panggonan ( Ghaib ).

Panca Driyo : iku ateges, Pikiran cacahing 5 ( limang ) perkoro kang soko ROSO.

Kusuma Anjrah ing Tawang : Iku ateges, Wiwit nyoto KAHANANE.

Tunjung tanpo Telogo : Iku ateges, Kembang Teratai kang urip ono ing Banyu.

Isine Bumbung ( Wuluh ) wungwang : Iku ateges, Isen-isene wong kang banjur kang diarani MANUNGSO.

Golek Geni Dedamaran : Iku ateges, Manungso kang golek Kaweruh becik kudu madhangake ANGEN-ANGENE.

Ngangsu pikulan banyu : Iku ateges, Lamun karep ngupoyo sandhang pangan kudu ngetokake KRINGETE dhewe.

Jaran ngarep ing pandengan : Iku ateges, Cumitake ANGEN-ANGEN

Kekesod ngideri Jagad : Iku ateges, Kawedar kahanane.

Kodhok ngemuli lenge : Iku ateges, Anane Gusti yo anane Kawulo. Awit anane sifat kawulo diliputi ing Gusti. Dadi Dzating Gusti iku sing nguwasani sifate manungso, awit Gusti wenang MBABAR ugo wenang NGUKUT.

Galihe Kangkung : Iku ateges, Anane Hyang SUKMO SEJATI sing teko lan lungo.

Mudah-mudahan wewaler diatas bisa menjadikan bahan perenungan bagi kita bersama dalam menjalani kehidupan kita masing-masing dengan harapan kita bisa saling ASAH, ASIH dan ASUH dengan landasan sikap yang RAHMAN dan RAHIM ( Welas Asih ) terhadap sesama makhluk UNVERSAL “ tanpa memandang ATRIBUT yang dikenakannya “ agar kita selamat dan selalu berada di JALAN yang LURUS ( Ihdinas Sirotol Mustaqim ) untuk bisa PULANG kembali kepada Tuhan Yang Maha MEMILIKI dalam keadaan “ Nafsul Mutma’innah ( Jiwa yang tenang )“ hingga yang namanya “ Kolu Innalillahi wainna Ilaihi Rojiun ( semua yang berasal daripada-Nya akan kembali kepada-Nya ) “ bentul-betul menjadi kenyataan kelak. Amin.

SYAHADAT PANETEPING AGOMO

Bismillah Hirrohman Nirrohim.

Ingsun anebut Asmaning Dzat ingkang Moho Suci kang WELAS ASIH

“ Asyhaduallah Illaha Illallah, wa asyhaduanna Muhammadar Rosulullah “

Ingsun anekseni (angaweruhi) Syahadat panetep panata Agomo kang jumeneng “ Rochilafi “ kang ono telenge Ati kang dadi pancering URIP, kang dadi lanjering Gusti Allah kang tunggal ( Esa ). Wangunane Muhammad kang dadi utusaning Dzat kang Moho Suci yao iku sejatine Cahyo kang sinampurno ingkang madhangi alam kabeh sak isine. Becik donya ugo becik Akherat. Slamet Donya ugo Slamet Akherate.

Akhirnya dengan harapan semoga kita masih bisa bertemu lagi dalam dunia MAYA ini.

Nuwun.

Pamuji RAHAYU buat semua saudara-saudaraku yang TERKASIH.

Jun
08

Penasaran dengan teka-teki yang diberikan oleh burung Kuntul pada postingan saya terdahulu tentang Mengenal Diri…Mengenal Tuhan “ carilah jejak kakiku, ketika aku terbang “ membuat saya termotifasi untuk melakukan perjalanan melanglang buana menyelami samudera BATINKU yang paling dalam. Sedalam laut Bandakah…?? he..he..Dalam khasanah Jawa, terminologi AJARAN tentang HIDUP begitu banyak disampaikan oleh orang-orang bijak dalam bentuk tembang, serat-serat dan rata-rata membutuhkan penafsiran yang bukan bersandar pada AKAL dan PIKIRAN, melainkan dituntut adanya peran BATIN untuk menelanjangi dan memaknainya, ahhhg…masak sih…??. Bayangkan saja mana ada JEJAK kaki burung Kuntul ( Bangau ) ketika terbang…?? bisakah kita menemukan bekas jejaknya…?? Mari kita sama-sama saling merenungi sebuah pesan yang sangat syarat dengan HIKMAH dan MAKANA seperti yang disampaikan oleh Kali Jaga dalam bentuk metrum Dhandhang gulo seperti di bawah ini.

“ Ana pandhita akarya wangsit, kaya kombang anggayuh tawang, susuh angin ngendinggone, lawan galihing kangkung, watesane langit jaladri, tapake
kuntul mabur lan gigiring panglu, kusumo anjrah ing tawang, isine wuluh wungwang “.
Read the rest of this entry »

Mei
29

Tergelitik dengan komentarnya Kang Gempur dalam postingan saya dengan judul AKU…Sopo Ingsun…??. Begono Komentar Kang Gempur : Man ‘Arafa Nafsahu, Faqad ‘Arafa Rabbahu “ Terjemahannya kira-kira demikian “ Barang siapa mengenal diri (sejati)nya, maka Dia akan mengenal Tuhannya ”. Konon menurut cerita-cerita neh…itu kata-kata para manusia pencerah ( Nabi/Rasul ) yang disarikan dalam bentuk sebuah Hadis. Yah…walaupun masih ada banyak perdebatan mengenai siapa sih sebenarnya yang mengucapkan kata-kata tersebut, tapi di kalangan pejalan Spiritual ( ruhani ) ujar-ujar seperti ini sangatlah popular dan menggema seolah menjadi Kunci pembuka untuk mengenal Sang Pencipta Alam Semesta Jagad raya ini.

Tapi seberapa susah dan seberapa gampangkah sebenarnya mengenal DIRI itu? Sebegitu pentingnya kah hal itu sehingga bisa mengantarkan seseorang pada suatu pengenalan yang sungguh-sungguh Agung…??, sesuatu yang dicita-citakan oleh siapa saja yang percaya pengenalan akan Tuhan…? Bukankah yang disebut “saya-aku” ini yah.. saya-aku…, yah yang berupa jasad badan kasar ini…? Tidakkah kita semua tahu dan telah kenal diri kita sendiri…?

Read the rest of this entry »

Mei
23

AKU yang sesungguhnya adalah perbendaharaan kata yang tersembunyi.

Jika engkau ingin menemui - KU

Selamilah ke dalam samudera batinmu paling dalam.

Yang Gelap dan Terangnya takkan terjangkau oleh pandangan mata Jasmanimu.

Karena AKU tidak berada di dalam gelap dan terangnya pandangan matamu yang PALSU dan MENYESATKAN jalanmu.

AKU adalah Spirit yang “ TULIS TANPO PAPAN KASUNYATAN “

AKU adalah Substansi yang “ GUMANTUNG TANPO CENTHELAN “

AKU adalah Esensi yang “ LUNGGUH DUMUNUNG neng BATIN sing SUCI “

Ketika AKU terkurung oleh badan jasmani.

AKU lah yang DZAHIR.

Mengejahwantah dalam ASMA, SIFAT dan AF’AL yang “ SEPI ING PAMRIH RAME ING GAWE “

Tetapi…., Ketika AKU mengurung dan menyelimuti badan Jasmani.

AKU lah yang BATIN.

Mengejahwantah dalam DZAT yang ” TAN KENO KINOYO NGOPO “

Mei
16

Saya hanya ingin mengatakan bahwa judul ” ISLAM SEJATI ” di atas bukanlah Islam dalam konteks nama atau label formalitas Agama. Melainkan sebuah ” SIKAP dan KESADARAN sang DIRI ” manusia dengan label apapun nama Agamanya dalam berbuat dan bertindak atas dasar Sabar, Ikhlas dan Ridhlo, serta WELAS dan ASIH terhadap sesama makhluk hanya semata-mata sebagai wujud penghambaan kepada Tuhan. Orang Islam yang sejati adalah orang yang berjuang ( jihad, mujahadah ) untuk mencapai derajad ketaqwaan yang tinggi secara terus menerus dan konsisten dalam kehidupan ini yang tidak hanya menyebut-nyebut Asma Tuhan saja , tetapi tekanannya adalah pada “ aksi dan tindakan nyata “ dalam setiap perbuatan yang didasarkan pada niat “ lillah Billah - Lirrosul Birrosul ( pinjem istilah populer dikalangan WAKIDIYAH ) “, sehingga pada saatnya ajal datang menjemput atau matipun diharapkan kita-kita ini dalam “ Keadaan Islam “ ( innad diina indallahil Islam ).

Read the rest of this entry »

Mei
06

Masing-masing dari diri kita memiliki ” kehendak dan peran “ dalam kehidupan untuk menjadi manusia yang hebat dan penuh keagungan. Karena manusia diciptakan dengan potensi keistimewaan memiliki kecerdasan, bakat, ketrampilan dan hati nurani, yang dapat membawa manusia pada keberhasilan dan keagungan. Namun manusia juga dilengkapi dengan nafsu atau ego pribadi. Yaitu, nafsu pada kehidupan dunia. Oleh karena itu, untuk memenuhi keinginan ego dan nafsunya pribadinya, sesungguhnya Tuhan telah menyediakan aturan “rules” atau ketentuan-ketentuan melalui Qalam-Nya yang sudah terhampar memenuhi Jagad Raya ini. Ketentuan inilah yang harus diteladani, ditaati oleh manusia sebagaimana yang kita lihat dan baca di Alam Semesta ini.

Kebanyakan manusia sadar atau tidak sadar seringkali terjebak memperturutkan ” nafsu dan ego pribadi “ untuk dunia semata, dengan mengabaikan “rules” yang telah dicontohkan oleh Alam. Mereka sibuk memenuhi keinginan memiliki kursi jabatan, pangkat, predikat atau kedudukan yang tinggi, dan lain sebagainya. Semua yang diinginkannya berusaha untuk dia dapatkan, bahkan terkadang tanpa memperhatikan lagi suara hati Nuraninya. Mereka merasa hebat dan berhasil dalam kehidupannya kalau sudah memiliki itu semua. Itulah ego manusia yang dikendalikan nafsunya. Inilah yang mengakibatkan terjadinya banyak penyelewengan, penyimpangan, korupsi, penyalah gunaan kekuasaan dan lain sebagainya. Karena pada hakikatnya nafsu itu tidak akan pernah merasa puas. Nafsu menggiring manusia untuk selalu merengkuh dan meraih sesuatu yang bukan menjadi miliknya. Sifat pengejaran nafsu tak terkendali inilah yang kebanyakan MENYENGSARAKAN dan MEMENJARAKAN manusia.

Read the rest of this entry »

Apr
30

Sekiranya Allah menghendaki niscaya kamu dijadikanNya satu umat saja, tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberiannya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat ” KEBAJIKAN “. Hanya kepada Allah kembali kamu semuanya. Lalu diberitahukannya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu (Al-Maidah 48).

Dari ayat ini saya hanya ingin mencoba mengatakan tentang beberapa hal, harapan saya mohon kepada saudara-saudaraku semua yang sempet membaca tulisan ini, janganlah sampai TERPENGARUH dan PERCAYA karena ini hanyalah pendapat atau UNEG-UNEG seorang makhluk lemah, Dhaif, Bodhoh dan Dzalim yang NGELANTUR dan MBLARAH heks..heks…

Read the rest of this entry »

Apr
25

Dahulu….. jaman duuu…uuuluu sekali hubungan antara manusia dengan manusia itu tak sedekat sekarang. Komunikasi saja masih sulit untuk dilakukan. Di suatu masa dulu jika kita berpapasan dengan orang lain kita langsung waspada mungkin saat itu langsung tangannya siaga di gagang pedangnya atau senjata lain yang dimiliki karena merasa beda dan merasa terancam. bahkan di suatu masa lebih awal dari itu orang harus selalu mengendap endap kemana mana siap dengan gada batu. waspada jika bertemu orang lain.

Saat itu mungkin bahasa masih sangat sederhana hanya dengan isyarat atau suara gerutu geram hardik dan sebagainya. Kemudian muncul kesamaan jika sekelompok orang sepakat memakai jenis isyarat yang sama maka jadilah bahasa yang lebih komplek dan orang berkumpul menjadi suku suku yang memiliki bahasa ataupun cara berpakaian yang sama. Misalnya hiasan bulu atau tulang di kepala sama.

Read the rest of this entry »

Apr
10

Jika kita pernah membaca Ajaran kehidupan yang sangat lekat dalam khasanah jawa yang dinamakan ” SASTRAJENDRA HAYUNINGRAT PANGRUWATING DIYU “. Dimana dalam kaweruh tersebut mengulas MAKNA huruf jawa HA, NA, CA, RA,KA sampai dengan NGA yang dimaknai sebagai “ Ngracut Busananing Manungso “ atau Melepaskan, Mengendalikan sang EGO Pribadi manusia. Tiba- tiba saja saya tertegun dengan sebuah Ayat dalam teks book Kitab Suci AQ akan kisah Musa di Lembah Thuwa ( bukit Thursina ) ketika menerima AJARAN KEBENARAN dari Tuhan. Secara tegas dan gamblang Tuhan telah mengajarkan kepada kita bagaimana manusia-manusia bisa berhubungan dengan sang Khaliq yang telukiskan dengan sebuah ISYARAT bagi manusia untuk “ Menanggalkan Terompah “ yang melekat di DIRI manusia. Dan, kesemuanya itu bisa kita cermati dalam kisahnya Musa di bawah ini.
Saat Musa mendekati nyala api itu semakin dekat, Musa mendengarkan suara dibalik api itu sebagaimana telah dijelaskan dalam sebuah teks book Kitab Suci QS. Thaahaa. 11 – 14 :

“ Maka ketika ia datang ketempat api itu ia dipanggil : “ Hai Musa “. Sesungguhnya Aku ini adalah Tuhanmu, maka tanggalkanlah kedua terompahmu,
sesungguhnya kamu berada di lembah yang suci, Thuwa. Dan Aku telah memilih kamu, maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan. Sesungguhnya Akumini adalah Allah, tiada Tuhan selain Aku, maka mengabdilah ( sembahlah ) Aku, dan dirikanlah shalat untuk berdzikir ( mengingat ) kepada Aku “.

Read the rest of this entry »

Apr
03

SUARA itu berseru kepadaku…..
Hendaklah engkau berjalan menuju kepada-Nya, dan DIA lah yang menjadi penuntunmu, maka akupun berjalan…dan KULIHAT DIRIKU sendiri. Suara itu pun berseru “ Lalui semuanya itu..!!” Arahkan tujuanku kepada-NYA saja. Sungguhpun bila engkau bersama DIRIMU yang TERCELA, niscaya engkau akan BINASA, dan bila engkau berhenti dengan DIRIMU yang terpuji, niscaya engkau akan TERHIJAB.
Sungguh bila engkau telah terhijab dengan panggilan yang terpuji itu, maka engkau akan didatangi oleh panggilan-panggilan yang TERCELA, dan dengan paksa engkau akan DITAWAN, DIKERANGKENG, DIPASUNG…penyebabnya tak lain adalah karena engkau TERHIJAB….oleh EGO dan PAMRIH.

Akupun melanjutkan perjalanan….
Maka kulihat AKAL PIKIRANKU….Suara itu berseru, Lalui saja dan jangan perdulikan…!!
Tetapkanlah tujuanmu kepada-NYA..!! Bila AKAL yang datang akan disusul oleh HIKMAT KEBIJAKSANAAN, Dan bila ia pergi maka iapun akan melihat dirinya..Bila ia membawamu masuk kedalam hikmat kebijaksanaan, Iapun akan berkata kepadamu “ Ikutlah aku..” maka kekuasaan sudah berada ditangannya. Bila ia datang, engkaupun akan menyertainya kepada hikmat kebijaksanaan. Bila ia pergi engkaupun akan mengikutinya menuju kepada HIJAB….
Suara itu berseru lagi, Langkahi saja siapa-siapa yang datang dan siapa-siapa yang pergi….!! Read the rest of this entry »